Gara-gara Uang Jasa, Arsitek Dibunuh Tukang Pijat

08/01/2018 14:35 WIB KRIMINAL
police line.jpg

Depok, Harian Umum-  Seorang arsitek yang bermukim di Perumahan Poin Mas, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat,  tewas di tangan tukang pijat langgannanya hanya karena masalah sepele.

Kasus pembunuhan pada 10 Desember 2017 ini baru diketahui 3 Januari 2018.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Minggu (7/1/2018), kejadian bermula saat arsitek tersebut, Feri Firman Hadi, didatangi si tukang pijat yng bernama Acep, dan saudara perempuannya yang bernama Hikmah, sekitar pukul 20.00 WIB. 

Keduanya datang untuk minta bantuan ongkos pindahan, karena diusir oleh pemilik kontrakan tempat dimana mereka tinggal. Namun korban malah menawarkan agar Acep dan keluarga tinggal bersamanya.

"Jadi, mereka sempat berbincang cukup lama. Setelah itu, pada tengah malam Acep mengantar saudarinya pulang ke kontrakan. Tak lama dia balik lagi, korban memintanya untuk dipijat," kata Putu seperti dilansir Viva, Senin (8/1/2018).

Saat sedang memijat, Acep memberitahu kalau ibunya tak mau tinggal di rumah korban, dan meminta jasa memijatnya dibayar, tapi korban justru terkesan tak menggubris.

"Korban mengatakan (pelaku) datang kalau butuh uang saja," jelas Putu lagi.

Mendengar hal itu, pelaku naik pitam. Dia mengambil gunting dan menikam korban.

Feri yang berusia 50 tahun, melawan, namun tersangka berhasil mendorongnya hingga jatuh, dan setelah itu pelaku menghantamkan kursi ke wajah korban.

Tak cukup sampai di situ, pelaku juga kemudian menekan dada korban dengan kursi hingga sekitar 10 menit, dan meninggalkannya dalam kondisi bersimbah darah.

Kematian Feri baru diketahui pada Rabu (3/1/2018) setelah warga mencium bau busuk dari dalam rumahnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, identitas Acep terungkap san dia ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Bogor, Jawa Barat. 

Kasus itu kini ditangani Polda Metro Jaya. (rhm)

 

BERITA TERKAIT