Facebook Indonesia Diminta Hentikan Dukungan Terhadap Pemerintah

06/01/2018 15:27 WIB TEKNO
images_1-620x295.jpg

Jakarta, Harian Umum- Front Pembela Islam (FPI) dan Alumni 212 menunda rencana mendemonstrasi kantor Facebook Indonesia karena masih berkoordinasi dengan semua elemen dalam keluarga besar Alumni 212. 

Ketua Humas Presidium Alumni 212, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, mengatakan, mereka mendemo kantor Facebook Indonesia untuk menuntut keadilan dan mengakhiri sikap diskriminasinya. 

"Kami meminta Facebook untuk adil. Blokir juga konten hoax versi negara. Mereka bilang hoax membangun itu dibiarkan," kata Novel, yang juga anggota Lembaga Dakwah FPI, seperti dilnsir VIVA, Sabtu (6/1/2018).

Alumni 212 juga menuntut Facebook Indonesia untuk memblokir akun-akun LGBT, akun penista ulama, akun komunisme, akun pendukung program Yahudi, dan akun yang membuat kegaduhan serta provokasi seperti akun milik dosen Ui Ade Armando.

Alumni 212 juga mendesak manajemen media sosial itu mengakhiri keberpihakan kepad pemerintah karena menurutnya, keberpihakan itu sangat jelas, salah satuny adalah dengan mensuspend akun-akun yang berkaitan dengan Alumni 212 dan FPI. 

"Semua Alumni 212 yang aktif di media sosial disikat. Foto Rizieq (Habib Rizieq) juga disikat, tak aktif lagi, Ustaz Somad juga disikat. Akun kemanusiaan jangan diblokir dong," tegasnya. 

Seperti diketahui, di penghujung 2017 lalu Facebook Indonesia melakukan tindakan mengejutkan dengan mensuspend akun-akun milik FPI, sehingga tidak bisa  lagi diakses. 

Tindakan ini membuat FPI menyerukan boikot Facebook, Twitter dan WhatsApp, dan mendorong Muslim untuk menggunakan aplikasi lokal. (man)

BERITA TERKAIT