Tim Gubernur Gadungan Gentayangan ke SKPD-SKPD, Satu Terciduk

07/12/2017 05:18 WIB KRIMINAL
uang.jpg

Jakarta, Harian Umum- Pengamat Kebijakan & Transparansi Anggaran, Agus Chairuddin, meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku penipuan dengan modus mengaku-ngaku sebagai Tim Gubernur demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Pasalnya, Rabu (6/12/2017), seorang kader sebuah partai besar yang menjadi pengurus DPD di Jawa Barat dan berinisial "Ang", terciduk saat tengah mendatangi Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah, dan mengaku-ngaku sebagai Tim Gubernur.

"Padahal setelah Anies-Sandi sebagai pemenang Pilkada DKI 2017 dilantik pada 16 Oktober, semua timnya, termasuk Tim Gubernur, serta Tim Singkronisasi, telah tidak berlaku lagi," katanya melalui siaran tertulis kepada harianumum.com, Rabu (6/12/2017).

Tidak dijelaskan apa yang kemudian dilakukan terhadap Ang, sementara baik Ang maupun Andri hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi

Agus menambahkan, belajar dari pengalaman di era Jokowi-Ahok yang marak pencatutan nama gubernur dan wakil gubernur pemenang Pilkada DKI 2012 itu, pada 15 November 2017 silam, Sekda DKI Saefullah telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor 67/SE/2017.

SK ini, katanya, untuk mencegah adanya orang yang mengaku-ngaku sebagai Tim Gubernur, mendatangi SKPD-SKPD, UKPD-UKPD dan BUMD-BUMD demi mendapatkan keuntungan pribadi.

"Baru 45 hari Anies-Sandi menjabat, namun sudah ditemukan banyak oknum yang melakukan penipuan seperti itu," imbuh Agus.

Ia menyebut, selain Ang, oknum yang mengaku-ngaku sebagai Tim Gubernur juga diketahui pernah mendatangi Dinas UMKM, Dinas Cipta Karya & Tata Ruang, serta Dinas Kebersihan & Lingkungan Hidup. Ini jelas meresahkan pejabat yang didatangi.

Hebohnya, lanjut dia, ada juga oknum dari Kadin yang bergerilya ke SKPD, UKPD dan BUMD untuk mendapatkan proyek dengan secara terselubung beretorika tentang suksesi Program OKE-OCE dan Oke Trip. 

"Oleh sebab itu secara pribadi saya mendesak Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiada Uno agar dengan tegas memerintahkan para kepala SKPD, UKPD dan BUMD untuk menangkap siapa pun yang melakukan penipuan dengan cara-cara seperti ini, dan menyerahkan kasusnya kepada kepolisian," tegas dia.

Agus mengingatkan, apabila Anies-Sandi tidak berani tegas, dipastikan kasus ini akan berdampak pada menurunnya dukungan masyarakat terhadap mereka, karena masyarakat mendapat kesan kalau Anies-Sandi seolah membiarkan orang-orang di sekitarnya melakukan kejahatan seperti itu.

"Dampak yang lebih jauh adalah integritas Anies-Sandi dan komitmennya untuk menciptakan clean, good and strong Goverment, diragukan," imbuh dia.

Agus mengakui, ini memang salah satu ujian bagi Anies-Sandi yang harus disikapi dengan bijak dan berani, agar orang-orang dekatnya mematuhi koridor hukum dan sistem administrasi pemerintahan demi suksesnya pelaksanaan RPJMD dengan moto "Bangun Kotanya, Bahagia Warganya". (rhm)

BERITA TERKAIT