Partai Hanura Deklarasi Dukung Khofifah-Emil Pilgub Jatim 2018

04/12/2017 03:15 WIB POLITIK
664633_720.jpg

Surabaya, Harian Umum - Partai Hanura Jawa Timur mendeklarasikan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018.

"DPD Hanura Jatim mempunyai tekad sukses memenangkan pilkada Jatim 2018 dan pemilu 2019," kata Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, Kelana Aprilianto saat acara deklarasi pasangan Khofifah-Emil, Surabaya, Minggu, 3 Desember 2017.

Acara yang dihadiri Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahudin Wahid (Gus Solah).

Hanura adalah partai ketiga yang resmi menyerahkan rekomendasi dukungan Pilgub Jatim kepada Khofifah-Emil. Sebelumnya, Demokrat dan Golkar telah menyerahkan SK serupa. Nasdem dan PPP disebut mencari waktu tepat untuk memberikan dukungan serupa secara resmi.

Pada kesempatan itu, Khofifah berharap keputusan tersebut diikuti dengan ikhtiar dan kerja sama dari semua komponen yang ada di Partai Hanura Jawa Timur. 

"Saya yakin, DPD Hanura Jatim dalam komando Pak Kelana dan Warsito bisa memenangkan pilkada Jatim," ujarnya.

Dalam pidatonya Khofifah mengatakan perlu digarisbawahi dalam kesempatan ini, yakni adanya loyalitas tegak lurus dan politikus negarawan dari Ketua DPD Hanura Jatim Kelana Aprilianto.

"Meski selama ini sudah ada keputusan kalau Pak Kelana yang akan maju pada Pilkada Jatim, namun kemudian ada keputusan lain dari ketua umum, Pak Kelana selaku ketua langsung mengikuti garis keputusan ketua umum," katanya.

Sementara itu Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (oso), mengatakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan Hanura dalam rangka menggapai kemenangan dalam pilkada Jatim 2018 dan pemilu 2019.

"Saya menyebutnya lima S, yakni strategi, struktur organisasi, skill, sistem pemenangan dan speed serta target," katanya.

Menurut OSO, jika lima S itu bisa dilakukan dengan baik, maka tujuan yang akan dicapai bisa terlaksana. "Jangan pura-pura mendukung, tapi kemudian gembosin. Ada beberapa partai yang terima uang, tapi kemudian gembosin. Ini akhlaknya buruk. Saya tidak mau Hahura seperti itu. Saya percaya dengan semua ketua DPC Hanura," katanya dalam sambutannya.

Keputusan Hanura mendukung Khofifah-Emil, kata Oesman, melalui proses politik yang rumit. Hanura menjatuhkan pilihan ke Khofifah karena menganggapnya sebagai sosok pemimpin pekerja yang cerdas serta memiliki sifat keibuan.

"Ada cerita ketika ada bencana di daerah Indonesia Timur, Presiden telepon Ibu Khofifah dan mengabarkan itu. Ibu Khofifah menjawab, 'saya sudah di lokasi'. Kedua, alasannya adalah ibu. Seorang ibu yang melahirkan kita sudah pasti wanita," ucapnya.

Pesaing Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim ialah Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas, yang resmi didukung PKB-PDIP. Tiga partai yang belum menentukan sikap, Gerindra, PAN dan PKS, yang sedang menggodok nama untuk poros baru, atau bisa pula mendukung antara Khofifah atau Gus Ipul.(tqn)

BERITA TERKAIT