Sandi Beri Tiga Tugas Penting kepada FKDM

28/11/2017 19:29 WIB PEMERINTAHAN
P_20171128_084401.jpg

Jakarta, Harian Umum- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberi tiga tugas penting kepada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Tugas itu disampaikan saat pertemuan antara jajaran pengurus FKDM dengan Sandiaga di ruang rapat Wagub, kompleks Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

"Saya senang Pemprov DKI memiliki kemitraam dengan FKDM, dan semoga kemitraan ini terus berjalan dengan baik," katanya.

Ketua Dewan Penasehat FKDM ini meminta kepada Sekrataris Pembina FKDM Darwis M Adji untuk segera mengagendakan rapat pertama Dewan Penasehat untuk memetakan wilayah-wilayah di Ibukota yang rawan tawuran, radikalisme,  dan kekerasan, plus risiko-risikonya agar dapat diantisipasi secara dini oleh FKDM.

Darwis yang juga menjabat sebagai kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) itu juga diminta agar melibatkan Jakarta SmartCity untuk melihat peta risikonya.

"Kepada FKDM, saya memberikan tiga tugas yang saya harap dapat dilaksanakan dengan baik, karena saya ingin FKDM menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dan dapat menjadi bagian penting bagi Pemprov DKI dalam merajut kembali kebersamaan warga Jakarta (yang terbelah karena Pilkada DKI 2017)," imbuhnya.

Ketiga tugas tersebut adalah:

  1. Memastikan terjaganya persatuan warga, sehingga umat Nasrani yang merayakan Natal dan perayaan tahun baru 2018 dapat berjalan tertib dan aman, tanpa gangguan.
  2. Mengantisipasi terjadinya tawuran, radikalisme dan kekerasan di tengah masyarakat.
  3. Memberdayakan seluruh fungsi dan elemen FKDM untuk mendukung program-program Pemprov DKI bagi masyarakat marjinal agar mendapatkan pekerjaan dan pendidikan tuntas serta berkualitas. 

Seperti diketahui, FKDM adalah lembaga plat merah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 12 Tahun 2006 dan Pergub DKI No 110 Tahun 2008 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat. 

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota lembaga ini bertindak sebagai kaki, tangan, mata dan telinga Pemprov guna mendeteksi semua potensi yang dapat menimbulkan gangguan di masyarakat. Mereka bergerak senyap seperti halnya seorang intelijen. (rhm)

BERITA TERKAIT