Tetap Dukung Reklamasi, PDIP Diprediksi Hancur di 2019

18/10/2017 00:37 WIB POLITIK
amir hamzah.jpg

JAKARTA, HARIANUMUM- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diperkirakan bakal hancur pada Pemilu 2019 akibat kebijakannya yang mendukung proyek reklamasi.

"PDIP berjaya pada 2004 dan 2014 karena saat itu menolak proyek reklamasi. Sekarang, dengan kebijakan yang justru mendukung reklamasi, PDIP dalam kondisi rawan," ujar Ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah kepada harianumum.com di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Pegiat LSM ini mengakui, reklamasi memang bukan proyek populis, bahkan sarat kontroversi dan berpotensi mendatangkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di sekitar lokasi proyek itu, khususnya nelayan, sehingga proyek ini bahkan sempat digugat ke PTUN.

Selain itu, proyek reklamasi yang saat ini dikerjakan sejumlah pengembang di Pantura Jakarta, berbeda dengan yang dikerjakan beberapa tahun lalu, sehingga proyek yang dikerjakan sekarang cendrung melanggar Keppres No 5295.

Pasalnya, jika mengacu pada Keppres tersebut, reklamasi dilakukan dengan mengurug pantai.

"Tapi yang dikerjakan sekarang justru mengurug laut," tegas Amir.

Meski demikian Amir mengakui kalau PDIP dalam posisi yang dilematis, karena pemerintahan Jokowi yang didukung PDIP, ditopang oleh sejumlah konglomerat yang di antaranya juga merupakan pengembang pulau reklamasi di Pantura Jakarta. Bahkan secara terbuka melalui Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, pemerintah mendukung penuh proyek itu, dan mencopot Rizal Ramli dari posisi Menteri Kemaritiman, saat Rizal menghentikan proyek berbiaya triliunan tersebut.

"Sekarang pilihan ada di PDIP. Mau hancur di 2019, atau tolak reklamasi," tegas Amir.

Ia memprediksi, jika PDIP tetap bertahan dengan kebijakannya, perolehan kursi di Jakarta pada 2019 akan anjlok dari 28 pada Pemilu 2014, menjadi hanya 10 kursi. (rhm)

BERITA TERKAIT