Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan jajarannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan itu diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (12/3/2026).
"Presiden Prabowo menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026," kata narasi yang tertulis di akun tersebut.
Ditambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali," kata akun itu lagi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi, serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial untuk meningkatkan efisiensi belanja negara.
"Pemerintah meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga," pungkas akun Setkab.
Seperti diketahui, serangan AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026 lalu membuat Selat Hormuz yang menjadi jalur pendistribusian 29% kebutuhan minyak dunia, ditutup Iran, sehingga pasokan terganggu dan harga minyak dunia melambung. Pada Senin (9/3/2026), harga minyak dunia sempat menyentuh $100 dolar per barel, namun kemudian turun sedikit di kisaran $80-90 dolar.
Penutupan Selat Hormuz juga dapat mengganggu pasokan minyak ke Indonesia. Apkalagi kkk karena sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, stok BBM cukup untuk 20-25 hari.
Bahlil mengatakan, angka tersebut bukan berarti Indonesia sengaja menetapkan cadangan pada level rendah, melainkan karena kapasitas penampungan BBM di dalam negeri memang masih terbatas. (man)







